Apakah kalian pernah mendengar tentang Basis Data/Database? Hampir semua orang sudah familiar dengan istilah tersebut apalagi jika membahas mengenai jaringan komputer, aplikasi, dan penyimpanan data. Tentunya semua itu erat kaitannya dengan Database. Karena setiap kali kita mengakses aplikasi atau situs secara online, semua data yang Anda lihat sebenarnya disimpan dalam database.

Jadi apa itu Database?
“Data adalah fakta kasar mengenai orang, tempat, kejadian dan sesuatu yang penting untuk diorganisasikan.” – Bernard (2012)
Sedangkan Basis sendiri adalah pangkalan atau tempat dimana arsip data tersebut terkumpul.
Jadi Database adalah himpunan kelompok data (arsip) yang saling terhubung yang terorganisasi sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan dengan mudah dan cepat.
Dikutip dari KBBI “Pangkalan data atau basis data (database) adalah kumpulan informasi yang disimpan dalam komputer secara sistemaatik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh kembali informasi dari basis data tersebut.”
Fungsi dan Manfaat Database
Fungsi Database
Setelah memahami pengertian database, kamu juga harus mengetahui apa fungsi dari database. Berikut ini beberapa fungsi database:
- Mengelompokkan data dan informasi sehingga lebih mudah dimengerti.
- Mencegah terjadinya duplikat data maupun inkonsistensi data.
- Mempermudah proses penyimpanan, akses, pembaharuan, dan menghapus data.
- Menjaga kualitas data dan informasi yang diakses sesuai dengan yang diinput.
- Membantu proses penyimpanan data yang besar.
- Membantu meningkatkan kinerja aplikasi yang membutuhkan penyimpanan data.

Manfaat Database secara umum
1. Kecepatan dan kemudahan (Speed)
Penggunaan database (basis data) memungkingkan kita untuk menyimpan data atau melakukan perubahan (update atau manipulasi) dan menampilkannya kembali data tersebut dengan cepat dan mudah dari pada kita menyimpanya secara manual.
2. Efisien ruang penimpanan (Space)
Dengan pemanfaatan database (basis data) penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan dengan penekanan jumlah redundasi data. sehingga dengan tidak adanya redundansi data kita akan mendapatkan data yang efisien atau optimal. penekanan redundansi data dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean (coding) membuat relasi antar kelompok data yang saling terhubung.
3. Keamanan (Security)
Cukup banyak sistem (aplikasi) pengolahan data (database) tidak menerapkan aspek keamanan (security) dalam penggunaan database. Namun untuk sistem yang sudah berskala besar dan serius, harus dan wajib menerapkan aspek kemanan. Dengan begitu kita akan dapat menentukan siapa yang boleh mengakses database dan menentukannya jenis operasi apa sajan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. salah satu solusinya adalah penggunaan password untuk setiap pemakai basis data (database).
4. Data dapat digunakan secara bersama (Sharebility)
Data dapat digunakan secara bersamaan (tak terbatas user/pengguna) oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line).
5. Dapat diterapkan Standarisasi atau pemusatan kontrol data (Standarization)
Dengan adanya pengontrolan yang terpusat, data yang ada menjadi terpusat pada satu tempat penyimpanan. Sehingga dapat memudahkan penggunaan, pengiriman maupun penukaran data kapan saja.
6. Keakuratan (Acuracy)
Dengan pemanfaatan pengkodean (coding) atau pembentukan relasi antar data dengan menerapkan aturan batasan tipe data dan bahasa tertentu (bahasa SQL), yang membuat data menjadi unik dan berbeda dengan data yang lain, sehingga penyimpanan data tidak akan ada yang sama dalam penyimpanan.
7. Terciptanya konsistensi data (Consistant)
Apabila terdapat perubahan data yang dipakai pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan data itu berlaku untuk semuanya.
Manfaat Database bagi Mahasiswa Teknik Lingkungan .
1. Sebagai komponen utama atau penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
2. Menentukan kualitas informasi dengam cepat, akurat, dan relevan, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memuat suatu informasi.
3. Menyimpan data hasil pemantauan kualitas lingkungan dan pengelolaan terhadap lingkungan guna memuat perencanaan peningkatan kualitas lingkungan.
4. Membantu memenej data hasil penelitian kualitas lingkungan agar mudah diakses saat akan membuat laporan.
5. Menyimpan data hasil monitoring kualitas udara dan air sungai.
6. Selain itu pengelolaan lingkungan memerlukan basis data yang kuat sebagai dasar pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan mengenai lingkungan.
Tinggalkan komentar